Noise Control pada Pompa: Penyebab dan Pencegahan

Noise atau kebisingan dapat terjadi saat mesin dan komponen pada pump plant beroperasi. Oleh karena itu, noise control perlu dilakukan sesuai kebutuhan.

Sebelum menentukan langkah pencegahan, kondisi lingkungan sekitar plant perlu diperhatikan. Selain itu, kondisi instalasi juga harus diperiksa agar sumber noise dapat diketahui dengan lebih jelas.

Mengapa Noise Control Perlu Diperhatikan?

Noise control penting untuk membantu menjaga kondisi operasional di area pump plant. Namun, sebelum melakukan pengendalian, sumber noise harus diperiksa terlebih dahulu.

Beberapa hal yang perlu dipelajari antara lain sumber noise, karakteristik noise, dan jalur transmisi noise. Dengan begitu, langkah pencegahan dapat dilakukan lebih tepat.

Selain itu, layout komponen juga perlu diperhatikan. Posisi mesin, arrangement equipment, serta kondisi ceiling pada pump plant dapat memengaruhi penyebaran noise.

Hal yang Perlu Dicek dalam Noise Control

Dalam merencanakan noise control, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

  1. Sumber noise dari masing-masing mesin dan komponen.
  2. Karakteristik noise yang muncul saat equipment beroperasi.
  3. Jalur transmisi noise, baik melalui udara maupun benda padat.
  4. Arrangement atau layout komponen di area pump plant.
  5. Kondisi masing-masing mesin dan equipment pendukung.
  6. Area ceiling, wall, dan floor pada pump plant.

Dengan memahami hal tersebut, noise prevention dapat direncanakan secara lebih menyeluruh.

Penyebab Noise pada Pompa dan Pump Plant

Berikut beberapa penyebab noise yang perlu diperhatikan pada pompa dan pump plant:

1. Diesel Engine dan Gas Turbine

Diesel engine dan gas turbine dapat menghasilkan noise saat beroperasi. Noise ini berasal dari kerja mesin dan komponen di dalamnya.

2. Air Exhaust

Air exhaust dari diesel engine dan gas turbine juga dapat menjadi sumber noise. Karena itu, area exhaust perlu diperhatikan dalam perencanaan noise control.

3. Electric Motor

Electric motor dapat menghasilkan noise dari fan dan mechanical noise. Selain itu, kondisi motor juga dapat memengaruhi tingkat kebisingan.

4. Electric Motor dan Transformer

Electric motor dan transformer dapat menimbulkan electromagnetic noise. Contohnya adalah beats dan humming saat equipment beroperasi.

5. Gear Reducer

Gear reducer dapat menghasilkan noise karena engagement pada gear tooth surfaces. Kondisi gear dan proses kerja reducer dapat memengaruhi noise yang muncul.

6. Water Lifting oleh Pompa

Proses water lifting oleh pompa juga dapat menyebabkan noise. Hal ini terutama terjadi pada vertical shaft type pump dengan impeller yang berada di area floor.

7. Valve dan Pipe

Aliran air melalui valve dan pipe dapat menghasilkan noise. Selain itu, vibration akibat pulsation juga dapat terjadi pada sistem perpipaan.

8. Cavitation dan Vibration

Cavitation dan vibration pada valve maupun pump perlu diperhatikan. Keduanya dapat menimbulkan suara tidak normal saat pompa beroperasi.

9. Auxiliary Equipment

Auxiliary equipment juga dapat menjadi sumber noise. Contohnya adalah vacuum pump, air compressor, dan geared pump.

10. Ancillary Equipment

Ancillary equipment seperti trash rake, conveyer, ventilation fan, dan cooling tower dapat menghasilkan noise saat beroperasi. Walaupun bukan bagian utama pompa, equipment ini tetap berpengaruh pada noise di area plant.

11. Exhaust Pipe dan Silencer Outdoor

Exhaust noise dapat muncul dari exhaust pipe dan silencer yang dipasang di area outdoor. Karena posisinya berada di luar ruangan, noise ini juga perlu diperhatikan terhadap lingkungan sekitar.

12. Flap Valve pada Low-Head Pump

Pada low-head pump, flap valve dapat menghasilkan closing noise. Noise ini biasanya muncul saat flap valve menutup.

13. Wall, Floor, dan Ceiling

Small vibration pada wall, floor, dan ceiling dapat menimbulkan secondary noise radiation. Getaran ini terjadi akibat operation of machines dan dapat merambat melalui solid objects.

Kesimpulan

Noise pada pompa dapat berasal dari banyak sumber. Beberapa di antaranya adalah diesel engine, electric motor, valve, pipe, cavitation, vibration, auxiliary equipment, dan ancillary equipment.

Karena itu, noise control perlu dilakukan dengan memahami sumber noise, karakteristiknya, dan jalur transmisinya. Dengan perencanaan yang tepat, noise prevention pada pump plant dapat dilakukan secara lebih efektif.

Baca juga:
Untuk memahami dasar pengukuran kebisingan pada mesin pompa, baca artikel berikut:
Mengenal Noise dan Sound Level: Dasar Pengukuran Kebisingan pada Mesin Pompa