Jenis-Jenis Pompa dan Prinsip Kerjanya

Pompa adalah mesin pemindah fluida yang digunakan di banyak industri, mulai dari air bersih, kimia, hingga sistem pendingin. Setiap jenis pompa memiliki cara kerja dan karakteristik berbeda. Artikel ini membahas jenis-jenis pompa berdasarkan prinsip operasinya. Penjelasan berikut dibuat sederhana agar mudah dipahami, namun tetap akurat mengikuti struktur teknis aslinya.


Jenis-Jenis Pompa Berdasarkan Prinsip Operasinya

Berbagai jenis pompa telah digunakan sejak zaman kuno. Secara umum, pompa dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar: turbo-type pumps, displacement pumps, dan special-type pumps.

Diagram Table yang menunjukkan klasifikasi pompa: centrifugal, mixed-flow, axial-flow, reciprocating, rotary, jet pump, air-lift pump, dan lainnya.


Turbo-Type Pumps (Pompa Turbin)

Turbo pump adalah mesin yang memberikan energi pada fluida melalui impeller yang berputar di dalam casing. Energi yang diberikan bisa berupa energi tekanan maupun kecepatan. Turbo pump terdiri dari tiga tipe utama.

Centrifugal Pumps

Centrifugal pump bekerja dengan gaya sentrifugal dari impeller untuk meningkatkan tekanan dan kecepatan fluida. Tipe ini memiliki nilai Ns (specific speed) sekitar 100–700.

Ada dua bentuk casing yang digunakan:

  • Volute pump: menggunakan casing berbentuk volute untuk mengubah energi kecepatan menjadi energi tekanan.

  • Diffuser pump: menggunakan guide vanes (vane pendukung) untuk mengonversi energi aliran keluar impeller menjadi tekanan lebih stabil.

Mixed-Flow Pumps

Mixed-flow pump memberikan energi tekanan dan kecepatan melalui kombinasi gaya sentrifugal dan gaya angkat vane. Nilai Ns berada pada kisaran 350–1.350.

Sebagian besar menggunakan diffuser vane, tetapi jika memakai volute casing maka disebut volute mixed-flow pump.

Axial Flow Pumps

Axial flow pump menghasilkan tekanan dengan gaya angkat vane, lalu mengubah energi kecepatan menjadi tekanan melalui diffuser vane. Nilai Ns umumnya berkisar 1.000–2.500.

Pompa ini cocok untuk aplikasi debit besar dengan head rendah.


Displacement Pumps (Pompa Displacement/Isi Pindah)

Pompa displacement memindahkan fluida melalui gerakan dorong dari piston, plunger, rotor, screw, atau gear. Berbeda dari turbo pump, alirannya tidak kontinu sehingga kadang muncul pulsasi tekanan yang dapat menimbulkan getaran.

Displacement pump terdiri dari dua kategori utama.

Reciprocating Pumps

Pompa ini menggerakkan fluida melalui gerakan bolak-balik piston atau mekanisme sejenis. Umumnya menghasilkan tekanan tinggi, namun debitnya berdenyut.

Rotary Pumps

Rotary pump memindahkan fluida dengan gerakan berputar dari screw, gear, cam, atau rotor eksentrik. Beberapa contoh yang tercantum pada diagram pompa meliputi:

  • Gear pump
  • Screw pump
  • Vane pump
  • Archimedean screw pump
  • Cam pump

Pompa rotary memberikan aliran lebih stabil dibanding reciprocating pump.


Special-Type Pumps (Pompa Khusus)

Jenis ini memiliki prinsip kerja yang berbeda dari turbo maupun displacement pump. Setiap tipe memiliki karakteristik unik.

Contoh special-type pump dalam diagram meliputi:

  • Jet pump
  • Air-lift pump
  • Electromagnetic pump

Pompa-pompa ini digunakan pada aplikasi tertentu yang membutuhkan metode pengangkatan fluida non-konvensional.


Ringkasan Penting

  • Turbo pumps: menggunakan impeller berputar; terdiri dari centrifugal, mixed-flow, dan axial-flow.
  • Displacement pumps: bekerja dengan dorongan mekanis; dibagi menjadi reciprocating dan rotary.
  • Special-type pumps: bekerja dengan prinsip khusus seperti jet, air-lift, atau elektromagnetik.
  • Diagram tipe pompa menampilkan seluruh kategori dan sub-kategorinya dengan jelas.

Memahami jenis-jenis pompa membantu memilih solusi terbaik untuk kebutuhan industri atau proyek Anda. Setiap tipe punya keunggulan dan tujuan penggunaan yang berbeda. Semoga penjelasan ini memudahkan Anda saat memilih atau menjelaskan jenis pompa kepada tim maupun pelanggan.